Unduh aplikasi untuk melihat deskripsi lengkap karya ini.
Beberapa waktu lalu aku menemukan hal aneh, di tiang listrik depan gerbang sekolah, sebuah iklan kecil sudah tertempel selama tiga hari, namun belum juga dicabut.
Ini tidak masuk akal, di tempat itu dulu juga sering muncul iklan, tapi tak pernah bertahan lebih dari dua jam.
Karena penasaran, aku pun mendekat untuk melihat, dan seketika aku terpaku pada isi iklan itu.
“Suami adalah saudagar kaya di Kawasan Pelabuhan, tidak bisa memiliki anak, siap membayar mahal untuk mencari pria yang bersedia memberikan seorang anak.”
Di sampingnya tertempel pula foto seorang wanita cantik.
Aku hanya menggeleng dan berlalu. Biasanya iklan seperti ini cuma tipu-tipu. Lagi pula, kalaupun benar, pasti bukan rejekiku. Di kompleks ini banyak orang, pasti sudah ada yang lebih dulu mengambil kesempatan.
Aku tak menghiraukan iklan itu dan pergi begitu saja.
Namun belum sampai tiga hari, aku benar-benar menyesal, seolah isi perutku teraduk-aduk. Sejak melihat iklan itu, pikiranku tak pernah jernih, nasib baik menghilang digantikan kemalangan yang bertubi-tubi.
Hari pertama keluar rumah, dompetku jatuh, terpaksa berjalan kaki dua setengah jam dari pusat kota ke kampus. Esoknya, kamarku kemalingan; yang lain cuma kehilangan barang kecil, sedangkan laptopku lenyap, uang lebih dari tiga juta melayang.
Pada hari ketiga, aku malah ditabrak sepeda, pengendaranya kabur tanpa ganti rugi. Untung hanya luka ringan, tapi tetap saja harus keluar ratusan ribu untuk biaya pengobatan.
Semua itu belum seberapa. Dua hari lalu, seorang teman mengajakku ke