Bab 108: Menyebar Fitnah dan Menciptakan Kekacauan
"Nona Muda Kedua Yun!"
Saat itu, Yun Ling yang baru saja keluar dari kamar Han Lie tak sengaja berpapasan dengan Han Yanran di lorong panjang. Di sampingnya, tampak seorang kultivator wanita yang sedang memegang nampan berisi semangkuk sup ayam yang baru saja dimasak dan masih mengepulkan uap panas. Sepertinya, sup itu hendak diantarkan kepada Han Lie.
"Nona Han!"
Yun Ling menyapa dengan senyum tipis, lalu hendak melangkah pergi, namun jalannya dicegat oleh Han Yanran yang tiba-tiba bergeser. Yun Ling mengangkat alisnya, menatapnya dengan senyum yang tidak sampai ke mata, lalu bertanya, "Nona Han, apa maksud tindakanmu ini?"
"Nona Muda Kedua Yun, kakakku terluka parah demi dirimu. Tidakkah kau punya sesuatu untuk dikatakan?" tanya Han Yanran dengan nada menuntut.
Kilatan paham melintas di mata Yun Ling. Ia menyunggingkan bibir dan berkata, "Mengatakan apa? Bukankah kalian berdua yang mengundangku ke Sekte Kunlun untuk melihat pemandangan salju? Jangan bilang kalian berdua mencoba menipuku?"
"Kami berdua tentu tidak akan menipu orang!" sahut Han Yanran.
"Jika begitu, apa hubungannya luka Tuan Muda Han denganku?" balas Yun Ling tanpa basa-basi.
"Kau!"
Han Yanran merasa sesak karena ucapan Yun Ling. Ia berusaha menekan amarahnya, lalu berkata, "Nona Muda Kedua Yun, tidakkah kau sadar bahwa kakakku sebenarnya menyukaimu? Kalau bukan karena itu, dia tidak akan nekat mengambil risiko dihukum berat oleh ayahku hanya untuk membawamu melihat pemandangan salju di Puncak Kunlun!"
"Lalu?" tanya Yun Ling. "Apakah aku harus merasa sangat berterima kasih? Menyerahkan diri untuk bersamanya? Tetap di sisinya untuk merawatnya? Nona Han, jika boleh bicara jujur, tidak sedikit tuan muda di dunia kultivasi yang menyukaiku. Jika setiap orang yang terluka kecil saja mengharapkan perhatian atau rasa terima kasih dariku, aku benar-benar tidak akan sanggup menanganinya."
"Jadi, saranku, janganlah naif. Niat apa yang kalian berdua sembunyikan, aku sudah tahu sejak pertama kali menginjakkan kaki di Sekte Kunlun. Alasan aku tidak membongkarnya adalah karena aku menghargai niat baik kalian yang mengajakku melihat pemandangan salju. Namun, karena kau sudah bicara sejauh ini, aku tidak bisa terus bersabar."
"Saat ini, bukankah di kaki gunung sedang ramai membicarakan apakah keluarga Yun akan menjalin ikatan pernikahan dengan keluarga Han? Ini semua pasti sudah kalian rencanakan sejak awal, bukan? Kalian ingin menggunakan gosip untuk memaksaku tunduk dan menikah dengan keluarga Han. Itu memang cara yang cerdik, tetapi aku, Yun Ling, bukanlah orang yang bisa dimanipulasi. Kali ini aku tidak akan mempermasalahkannya, tapi itu tidak berarti aku bisa dipermainkan. Jadi, saranku, janganlah kalian membuang-buang tenaga, terutama kau, Nona Han. Mengerti?"
Han Yanran terdiam, bibirnya terkatup rapat. Ia tidak menyangka bahwa segala rencana yang ia susun bersama kakaknya telah diketahui oleh Yun Ling dengan begitu jelas. Wajahnya berubah pucat pasi, berganti-ganti warna seperti sedang memainkan sandiwara wajah. Kultivator wanita yang memegang sup di sampingnya sampai ketakutan dan tidak berani bersuara sedikit pun.
Tak lama kemudian, Han Yanran membawa kultivator wanita itu berbalik pergi.
Setelah percakapan itu, Yun Ling kembali ke kamar tamu. Saat melihat Mo Nanshang benar-benar masih diam di sana dengan patuh, hatinya seketika merasa tenang. Sebelumnya, ia khawatir pria itu akan berkeliaran mencari dirinya setelah ia mengunjungi Han Lie. Karena rasa cemas yang terus menghantui, ia tidak berani menunda waktu dan bergegas kembali.
Melihat Mo Nanshang masih tetap pada posisi yang sama seperti saat ia meninggalkannya, sebuah senyum lega muncul di matanya. Ia mengeluarkan sebuah apel entah dari mana dan memberikannya kepada pria itu.
"Ini, hadiah untukmu. Ayo kita pergi!"
"Hmm!" Mo Nanshang mengangguk, lalu mulai menggigit apel tersebut.
"Ketua Sekte Han, terima kasih atas jamuannya selama ini. Kurasa sudah saatnya aku kembali," ujar Yun Ling.
"Nona Muda Kedua Yun, mengapa terburu-buru?" tanya Han Chengye. "Mengapa tidak tinggal beberapa hari lagi? Kebetulan A-Lie sedang tidak ada kegiatan, dia bisa mengajakmu berkeliling. Bukankah kau sangat menyukai pemandangan di Kunlun?"
Kilatan dingin melintas di mata gelap Yun Ling. Ia berkata dengan sopan, "Terima kasih atas kebaikan Ketua Sekte Han! Namun, kedatanganku kali ini dilakukan tanpa sepengetahuan ayah. Jika aku tidak segera kembali, kurasa ayah akan turun gunung secara pribadi untuk mencariku."
"Tidak masalah!" sahut Han Chengye. "Nanti aku akan mengirim surat kepada Ketua Sekte Yun untuk memberitahunya bahwa kau sedang berwisata di Kunlun, bukankah masalah selesai?"
"Tapi kondisi kesehatan ibunda tidak pernah baik. Setiap sepuluh atau lima belas hari, beliau butuh aku dan kakak untuk merawatnya. Jika aku tidak berada di sisinya, kurasa beliau akan semakin khawatir," jawab Yun Ling. "Jadi, aku harap Ketua Sekte Han bisa memaklumi."
"Apakah benar-benar tidak ada cara lain?" tanya Han Chengye yang masih belum menyerah.
Yun Ling tersenyum. "Jika ada, mana mungkin aku merasa pusing memikirkannya di sini?"
Han Chengye menatapnya tajam. Melihat Yun Ling sudah bertekad untuk pergi, ia jelas tidak punya alasan lagi untuk menahannya. Dengan berat hati, ia terpaksa mengizinkan mereka turun dari gunung. Namun, tangannya yang berada di sisi tubuh perlahan mengepal erat, seluruh tubuhnya diliputi amarah yang meluap-luap.
***
"Ayah, lihatlah, A-Ling semakin hari semakin bertindak seenaknya," ujar Yun Ying. "Untuk apa dia pergi ke Sekte Kunlun dan memicu begitu banyak gosip? Sekarang di luar sana ramai dibicarakan bahwa keluarga kita akan menikah dengan keluarga Han. Apa sebenarnya yang dia inginkan? Benar-benar keterlaluan!"
"Siapa yang keterlaluan?"
Yun Ling tiba-tiba masuk dari luar aula bersama Mo Nanshang.
"Kakak, kenapa aku merasa kau selalu suka membicarakan keburukanku di belakang saat aku tidak ada? Kau tidak boleh begitu, lama-lama hatiku bisa terluka."
Melihat Yun Ling kembali, Yun Ying berkata dengan wajah kesal, "Kau masih berani kembali? Lihatlah, sejak kau turun gunung beberapa hari lalu, apa saja yang dibicarakan orang di luar sana!"
"Membicarakan apa?" Yun Ling menjawab santai. "Bukankah hanya soal kabar apakah keluarga Yun akan menjalin pernikahan dengan keluarga Han? Itu semua ulah keluarga Han sendiri, tidak ada hubungannya denganku. Mengapa kau marah sekali? Jangan lupa, kau sedang mengandung. Jika kau marah-marah dan kesehatanmu terganggu, Kakak Seperguruan pasti akan sedih. Jadi, jangan marah lagi, ya!"
"Kau!"
Yun Ying tak tahu harus berkata apa setelah disindir oleh Yun Ling. Ia hanya bisa melotot tajam lalu memalingkan wajahnya.
Yun Qinghua bertanya, "Apakah benar beberapa hari ini kau pergi ke kediaman keluarga Han?"
Yun Ling menatap Yun Qinghua dan mengakui, "Ya!"
"Lalu kau dengan keluarga Han..."
"Aku dan keluarga Han tentu saja tidak ada hubungan apa pun!" tegas Yun Ling. "Aku pergi ke sana hanya untuk menyelamatkan seseorang, tidak disangka mereka justru memanfaatkan hal itu untuk menyebarkan rumor. Supaya kalian tidak salah paham, aku segera kembali untuk menjelaskan semuanya!"