Bab 34: Kenyataannya adalah Yu Zhile telah berkhianat dan melarikan diri
“Mereka tentu saja tidak memberiku keuntungan apa-apa. Aku hanya berbicara apa adanya. Jika kalian tidak suka mendengarnya, tak perlu didengarkan, anggap saja aku tidak pernah mengatakan apa-apa. Untuk apa menjelekkan orang seperti ini?”
“Hmph, Nona Kedua Yun, mata mana yang melihat kami menjelekkanmu?” Seorang murid sekte abadi bersuara, “Kami juga hanya berbicara apa adanya. Kalau Nona Kedua Yun tidak suka, anggap saja kami tidak pernah mengatakan apapun tadi, bukankah begitu?”
Yun Ling terdiam.
Melihat orang itu malah menggunakan kata-katanya sendiri untuk membungkamnya, Yun Ling tak kuasa menahan gelisah, “Tuan Muda, apa kau punya dendam denganku?”
Kalau tidak, kenapa harus menirukan perkataannya untuk menekannya?
Tuan muda itu menjawab, “Tentu saja aku tidak punya dendam padamu, hanya saja aku tidak suka dengan apa yang kau katakan tadi.”
“Oh, begitu?” Yun Ling mengangkat alis, tersenyum sinis, “Maaf ya, sepertinya yang duduk di sini juga banyak yang tidak suka mendengarnya, jadi kau bukan yang pertama.”
“Kau!”
Tuan muda itu dibuat merah padam oleh ucapan Yun Ling.
Bahkan Qing Zihong, sang ketua sekte, tak kuasa menahan kerutan di dahi mendengar perdebatan itu.
“Cukup, berhenti semua. Nona Kedua Yun, sejak dahulu kebaikan dan kejahatan memang tidak bisa bersatu, itu adalah hukum yang tak berubah. Mana mungkin bisa dijelaskan hanya dengan beberapa kata darimu? Kuharap Nona Kedua Yun mengingat baik-baik, jangan lagi berucap sembarangan seperti hari ini, agar tidak menimbulkan masalah bagi diri sendiri tanpa disadari.”
Yun Ling mengerucutkan bibir, “Baik, aku mengerti.”
Debat itu pun berakhir begitu saja.
Mu Yan berjalan mendekati Yun Ling dan berkata, “A Ling, hari ini kau kenapa? Kelihatannya kau melamun. Dan kenapa tadi di ruang belajar kau bicara seperti itu?”
Mu Yan selalu tahu kalau adik seperguruannya ini selalu punya pemikiran yang berbeda dengan mereka.
Bahkan tindak-tanduknya pun sering kali bertolak belakang.
Namun apa yang dikatakan Yun Ling di ruang belajar tadi benar-benar membuat sang kakak seperguruan terkejut.
Tak heran bila para murid sekte abadi mempergunjingkannya.
Pemikiran dan ucapannya memang terlalu berani.
Yang tahu dia adalah Nona Kedua Keluarga Yun. Yang tidak tahu mungkin akan mengira dia adalah simpatisan dari kaum sesat!
Yun Ling bertanya, “Kakak merasa apa yang kukatakan di ruang belajar tadi salah?”
Mu Yan terdiam sejenak sebelum menjawab, “Bukan itu, aku hanya khawatir ucapanmu bisa menempatkanmu dalam bahaya.”
Sekte Qingfeng mereka adalah salah satu dari Tiga Qing paling ternama.
Bahkan, sekte itu selalu menjadi sasaran iri sekte-sekte abadi lainnya.
Ditambah lagi, mereka memegang Kitab Zuhua.
Kalau ada yang memanfaatkan masalah ini untuk menjatuhkan keluarga Yun, Sekte Qingfeng pasti akan menjadi sasaran seluruh sekte abadi.
Itu jelas bukan sesuatu yang diinginkan Mu Yan.
Yun Ling tentu saja tahu apa yang dikhawatirkan Mu Yan. Ia menjawab dengan suara dalam, “Tidak akan terjadi, Kakak. Aku tidak akan menempatkan diriku dalam bahaya seperti itu. Jadi, jangan khawatir.”
Musim panas berganti semi, setahun berlalu begitu cepat.
Selama satu tahun itu, Yun Ling berusaha tidak menonjolkan diri.
Selain mengikuti pelajaran dan ujian, ia sesekali turun gunung menjenguk Mo Nan Shang, yang ia tinggalkan di kaki gunung.
Ia benar-benar menghindari segala masalah.
Namun, tetap saja masih banyak orang yang datang mengusiknya.
Karena merasa tak berdaya, ia pun terpaksa selalu menempel dengan Tuan Muda Kedua Qing.
Begitu ada tanda-tanda masalah, Yun Ling akan langsung bersembunyi di belakang wajah dingin Tuan Muda Kedua Qing agar lawannya mundur.
Awalnya metode itu sangat efektif, tapi lama-kelamaan jadi tak berguna lagi.
Sampai-sampai Yun Ling jadi enggan tinggal di keluarga Qing. Ia ingin cepat-cepat kembali ke Sekte Qingfeng.
Dengan begitu, ia akan terhindar dari banyak masalah.
“Hari ini kenapa kau tidak menempel dengan Tuan Muda Kedua Qing?” tanya Mu Yan sambil melirik Yun Ling yang menundukkan kepala.
“Biasanya kau tidak pernah berpisah dengannya, bukan?”
Yun Ling menjawab, “Kakak, sejak kapan kau jadi jahil seperti ini? Sekarang malah mengejekku? Percaya tidak, kalau aku adukan pada Tuan Muda Wan, bilang kakak sengaja tidak menemuinya waktu itu?”
Mu Yan tersenyum, “Kau memang tidak pernah mau rugi, ya!”
“Tentu saja! Aku ini orang yang pilih-pilih. Apa saja bisa kumakan, kecuali kerugian. Kakak, hati-hati saja padaku!”
“Nona Kedua Yun, Tuan Mu!”
Tiba-tiba, terdengar suara lembut seorang perempuan dari depan.
Yun Ling dan Mu Yan sama-sama menengadah, melihat Han Yanran mengenakan gaun merah muda, rambut hitam tergerai, tersenyum sopan memberi salam pada mereka.
“Nona Han!”
Yun Ling dan Mu Yan pun membalas salamnya.
“Ada keperluan apa tiba-tiba datang kemari, Nona Han?” tanya Yun Ling lebih dulu.
Han Yanran memang tipe orang yang tak pernah datang tanpa urusan penting.
Setiap kali mencarinya, pasti ada sesuatu.
Kali ini pun pasti demikian.
Han Yanran melirik Mu Yan di samping Yun Ling, tampak ragu-ragu.
Mu Yan paham maksud Nona Han itu, lalu berkata, “Kalian saja yang bicara. Aku akan ke perpustakaan dulu.”
“Baik!” jawab Yun Ling.
Setelah Mu Yan pergi, Yun Ling baru menatap Han Yanran dan tersenyum tipis, “Nona Han, sekarang di sini sudah sepi. Kalau ada yang ingin disampaikan, bicaralah langsung, tak perlu berputar-putar.”
Han Yanran menundukkan pandangan, lalu bertanya, “Apakah Nona Kedua Yun tahu tentang kejadian di Sekte Bishao?”
“Apa maksud pertanyaanmu itu?” sahut Yun Ling.
Han Yanran tak menutup-nutupi lagi, langsung bicara to the point, “Hari ini kakakku tiba-tiba menerima surat dari ayahku. Katanya, Kepala Sekte Bishao, Yu, wafat kemarin. Peristiwa itu juga berkaitan dengan Zhile. Selain itu...” Ia berhenti sejenak, menatap Yun Ling, lalu melanjutkan, “Selain itu dikabarkan Zhile kini telah berkhianat dari Sekte Bishao dan bergabung dengan kaum iblis.”
“Lalu?” Yun Ling mengangkat alis, bertanya blak-blakan, “Apa yang kau ingin aku lakukan?”
Ia tak percaya Han Yanran datang hanya untuk memberitahunya, pasti ada maksud lain di baliknya.
Han Yanran tidak menyangka Yun Ling akan bertanya langsung seperti itu, ia sempat tertegun, lalu menjawab, “Aku hanya berpikir, karena Nona Kedua Yun sebelumnya cukup akrab dengan Zhile, kalau tidak memberitahumu lebih dulu, mungkin nanti ketika kau mendengar kabar ini dari Ketua Qing, kau akan merasa sangat terpukul. Jadi, aku bermaksud baik ingin memberitahumu lebih dahulu, supaya kau tidak terlalu kaget saat mendengarnya nanti.”