Bab 87 Anjing Tak Bisa Mengubah Kebiasaannya
Keesokan harinya, saat Ye Chen masih bekerja di rumah sakit, ia menerima telepon dari Fang Jie yang memberitahukan bahwa perusahaan mereka sudah resmi dibuka. Selain itu, Fang Jie juga telah menghubungi seorang sutradara dan berencana membuatkan film khusus untuk Yang Shiyun, agar namanya bisa segera terkenal.
Namun, sutradara itu tiba-tiba memberi tahu bahwa dua hari lagi akan ada pertemuan lanjutan, dan saat pertemuan itu akan ada perwakilan dari Industri Film Huang yang hadir, yaitu Huang Linjun! Artinya, Huang Linjun sudah mulai menargetkan usaha Ye Chen. Rupanya, orang itu memang tidak bodoh; ia tidak melakukan gerakan apa pun sebelum perusahaan resmi berdiri, tapi menunggu sampai perusahaan mulai beroperasi.
Jika Ye Chen tidak punya cara untuk mengatasi ini, maka modal yang sudah dikeluarkan untuk membangun perusahaan akan sia-sia.
“Orang ini memang tidak bodoh, sepertinya perjalanan perusahaan film ini tidak akan semulus yang dibayangkan,” ujar Ye Chen.
“Ye Chen, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan sutradara itu, toh semua memang berat di awal,” kata Fang Jie.
“Terima kasih atas kerja kerasmu!”
“Ye Chen, untuk apa kau berkata seperti itu? Kalau bukan karena kau, aku mungkin masih jadi penjual mobil di dealer, mana mungkin sekarang bisa bernegosiasi kontrak dengan orang?” jawab Fang Jie.
Sebenarnya, ia juga merasa tidak yakin. Industri Film Huang sudah sangat mengakar di Kota Luo selama bertahun-tahun, ia sendiri tak tahu bagaimana caranya bersaing dengan Huang Linjun demi mendapatkan sutradara itu.
Yang Shiyun pun masuk ke kantor dan tersenyum, “Fang Jie, biarkan saja semuanya mengalir, jangan terlalu dipikirkan!”
“Nona Yang, tenang saja, aku pasti akan berusaha keras mendapatkan sutradara itu!” jawab Fang Jie.
“Tapi aku penasaran, Ye Chen sudah menanamkan modal begitu besar untuk mendirikan perusahaan film, kenapa dia sama sekali tidak datang melihatnya?” tanya Yang Shiyun heran.
Ia baru bertemu Ye Chen satu kali, tapi hati Ye Chen terlalu besar. Semuanya diserahkan pada Fang Jie! Padahal Fang Jie sendiri dulunya bukan orang di bidang ini!
“Dia memang sudah terbiasa jadi bos yang lepas tangan!” Fang Jie menggelengkan kepala dengan pasrah.
Dulu Ye Chen membeli Restoran Jiashan untuknya, tapi kini Ye Chen sudah berhari-hari tak pernah datang ke sana. Setiap bulan, Yang Baiyun hanya perlu mengirimkan laporan keuangan saja.
Jadi, punya bos seperti dia itu sekaligus keberuntungan dan juga kesialan!
Pemikiran yang sama juga dimiliki oleh Shen Feiyu.
Kini ibunya sudah keluar dari rumah sakit dan pulang ke kampung untuk beristirahat, sementara ia sendiri mulai bekerja membantu Ye Chen. Ia memegang kartu bank berisi dua ratus juta, hatinya sangat bimbang.
Jika ia kabur membawa kartu itu, ia yakin Ye Chen tidak akan mengejarnya, dan hidupnya akan terjamin seumur hidup.
Namun, ia tidak tega melakukannya, jadi ia kembali ke Kota Luo dan berencana mendirikan perusahaan kecantikan. Namun, ia sama sekali tidak paham soal bisnis. Demi Ye Chen, ia terpaksa belajar semuanya dari awal.
Setelah mengalami berbagai kesulitan, ia mendatangi Ye Chen di rumah sakit.
“Ye Chen, bagaimana kalau... kau cari orang lain saja!” ujar Shen Feiyu putus asa.
Ia sudah berkali-kali gagal, bahkan izin usaha pun belum berhasil diurus!
“Shen Feiyu, kau belum kabur membawa uang itu, artinya kepercayaanku padamu tidak salah!” jawab Ye Chen, menghindar dari pertanyaan.
“Kalau begitu, artinya kau sudah salah percaya.” Shen Feiyu menampakkan wajah putus asa.
“Tidak, aku tidak salah percaya, sebab tak ada orang yang langsung mahir sejak lahir. Semua tumbuh melalui proses belajar! Kau sudah lama tidak bekerja, jadi wajar kalau masih canggung, tapi asalkan diberi waktu, kau pasti akan berkembang!”
“Diberi waktu? Kau tahu tidak, dua ratus juta ini kalau diinvestasikan ke bidang lain, sudah bisa menghasilkan berapa banyak dalam waktu singkat?” tanya Shen Feiyu.
“Kekayaan? Apakah kekayaan itu lebih penting daripada pengalamanmu?” Ye Chen balik bertanya.
“Pengalamanku?”
“Benar, pengalamanmu! Karena pengalaman seseorang itu adalah aset paling berharga! Dua ratus juta ini mungkin saja akan habis, tapi kau pasti akan belajar banyak darinya. Dengan pengalaman itu, kelak kau bisa menciptakan nilai yang jauh melampaui dua ratus juta bagiku. Inilah yang disebut investasi jangka panjang!” jelas Ye Chen.
Mendengar penjelasan Ye Chen, Shen Feiyu memandangnya dengan takjub. Dulu waktu di sekolah, pemikiran Ye Chen tidak sejauh ini.
Sekarang ia benar-benar berani mengeluarkan dua ratus juta hanya demi pengalaman?
“Bagaimana kalau semuanya rugi?” tanya Shen Feiyu.
“Sudah aku bilang, sekalipun semuanya habis, kau tetap mendapatkan pengalaman, dan selama kau belum mengembalikan uangku, kau tetap harus bekerja untukku, jadi aku tetap untung, bukan?” Ye Chen tertawa.
“Kau ini…” Shen Feiyu menggelengkan kepala, baru kini ia sadar bahwa kemampuan bicara Ye Chen memang tidak main-main!
Sebelum datang, ia sudah bertekad untuk mengembalikan kartu bank itu pada Ye Chen.
Tapi setelah mendengar perkataannya, ia justru kembali bersemangat!
“Sudahlah, semangatlah! Karena kau adalah duta terbaik untuk perusahaan kecantikan ini, tak ada satu orang pun di dunia yang lebih cocok daripada kau, mengerti?” Ye Chen menepuk pundak Shen Feiyu.
Shen Feiyu mengangguk, karena dulunya ia pernah cacat wajah, sekarang justru cantik jelita. Bukankah itu contoh nyata?
Jadi, Ye Chen benar. Tak ada yang lebih pantas menempati posisi itu selain dirinya!
Mendengar itu, Shen Feiyu mengangguk, “Ye Chen, aku pamit kembali bekerja!”
Setelah Shen Feiyu pergi, Fang Qinglong juga kembali bekerja di rumah sakit.
“Lao Fang, urusan tanah leluhur keluarga Fang sudah selesai?” tanya Ye Chen.
“Direktur Ye, aku sudah menghubungi tim konstruksi, sekarang tanah leluhur sedang direnovasi, jadi aku kembali. Kalau tidak, kau pasti kerepotan sendiri,” jawab Fang Qinglong.
Ye Chen menggelengkan kepala. Rupanya, orang ini masih peduli pada pekerjaannya. Bukankah setiap dokter ingin menyelamatkan nyawa?
“Ngomong-ngomong, bagaimana kabar orang tua Fang Jie?” tanya Ye Chen.
Fang Qinglong menghela napas lalu menggelengkan kepala.
“Direktur Ye, kau memang menemukan gadis baik, tapi tak beruntung dapat mertua seperti mereka,” ujarnya.
“Tidak ada perubahan sama sekali?” tanya Ye Chen.
“Ada sih ada, tapi justru makin tak tahu malu!” jawab Fang Qinglong.
“Maksudmu?”
“Mereka menghabiskan uang pemberianmu hanya dalam satu sore, lalu pergi meminjam uang pada Zhang Botak! Zhang Botak takut padamu, jadi sepeser pun tak mau meminjamkan!”
“Karena tak bisa pinjam uang, dan tak bisa berhenti berjudi, akhirnya mereka melakukan pencurian kecil-kecilan. Sehari sebelum aku pulang, mereka dipukuli orang kampung sebelah, babak belur!”
“Kalau bukan karena menghargai keluarga Fang, mungkin sudah dibawa ke kantor polisi. Sekarang orang sekampung memandang mereka seperti melihat pencuri!” Fang Qinglong mengeluh.
“Aduh, sifat jelek memang susah diubah. Kalau begini terus, bagaimana nasib Fang Jie dan adiknya?” Ye Chen menggelengkan kepala dengan pasrah.
Semua ini ia lakukan demi mengubah mereka.
Hasilnya, bukan berubah jadi lebih baik, malah makin menjadi-jadi!