Bab 72: Orang Tua Luar Biasa!
Meskipun Zhang Botak sudah pergi, semua orang tahu urusan ini belum selesai, sebab orang yang dia sebut sebagai Tuan Zhou itu bukan orang sembarangan!
"Pak Lurah Ye, terima kasih sudah membela kami, tapi Tuan Zhou itu adalah ahli fengshui terkenal di Kota Luo. Sudah jelas dia mengincar tanah leluhur kita karena letaknya yang baik. Sekarang dia sudah pegang akta tanah, pasti tak akan menyerah begitu saja!" desah Fang Qinglong.
"Ahli fengshui?" Ye Chen sedikit tercengang, di zaman sekarang masih ada yang percaya hal itu?
Tapi memang tidak aneh, soalnya di desa sekarang, mau bangun rumah saja pasti cari orang pintar buat lihat arah dan letak tanah. Bahkan di kota-kota, saat perumahan baru dibuka, orang-orang tetap memilih hari baik untuk mulai pembangunan.
"Benar, beberapa tahun lalu sudah ada orang yang datang ke tanah leluhur kita, mau membelinya dengan harga tinggi, tapi kami tolak. Tak disangka, sekarang masih ada yang mengincar tanah leluhur, benar-benar keterlaluan!" Fang Qinglong mengepalkan tinjunya.
"Hmph, semua karena orang tua Fang Jie, kalau mereka tidak suka judi, mana mungkin sampai begini!" seru seorang pemuda.
"Benar, menurutku keluarga mereka harus diusir dari Desa Huanglian!"
"Maksud kalian apa? Memang orang tua kakak keduaku salah, tapi kenapa bawa-bawa kakak keduaku juga!" Fang Xiaobao melangkah maju dan berkata dengan suara lantang.
"Hmph, orang tua seperti itu, ya pasti anaknya juga sama saja!" cibir seorang ibu paruh baya.
Mendengar tuduhan seperti itu, Fang Jie mengepalkan tangan erat-erat. Ia ingin membantah, tapi merasa tak pantas. Semua ini memang gara-gara orang tuanya.
Di saat suasana seperti itu, Fang Qingjun dan Song Lingfang tiba-tiba muncul di depan Fang Jie.
Ye Chen awalnya mengira mereka akan membantu Fang Jie menghadapi gunjingan orang-orang. Ternyata Ye Chen salah besar.
"Xiao Jie, dia pacarmu ya? Kudengar utang judi kami waktu itu juga dia yang bayarkan, benar?" Mata Song Lingfang berbinar-binar menatap Ye Chen.
Di matanya, Ye Chen bukan manusia, tapi pohon uang!
Fang Qingjun menimpali, "Anak muda, kau memang cocok untuk anakku! Tapi kalau mau dekat dengan Fang Jie, tidak semudah itu. Begini saja, setiap hari kau kasih kami beberapa puluh juta, baru aku serahkan anak gadisku padamu!"
Mendengar ucapan Fang Qingjun, orang-orang di sekeliling langsung marah. Ini bukan menikahkan anak, ini jelas menjual anak!
Fang Jie juga membentak, "Ayah, apa-apaan ini! Setiap hari minta puluhan juta? Apa ayah kira uangnya bisa tumbuh di pohon?"
"Xiao Jie, kamu juga kami besarkan dengan susah payah, masa justru membela orang luar?" jawab Fang Qingjun dengan tegas.
"Dibesarkan dengan susah payah? Di meja judi maksudnya?" teriak Fang Jie dengan marah.
Semenjak ia dan adiknya lahir, orang tuanya tak pernah mengurus mereka. Semua urusan dipegang kakek dan nenek. Setelah kakek dan nenek meninggal karena terlalu letih, orang tuanya pun tak pulang melihat. Semua urusan pemakaman, Fang Jie dan para paman serta bibi yang urus.
Sekarang Fang Qingjun masih punya muka mengaku membesarkannya?
Fang Qingjun tampak canggung, tapi demi uang Ye Chen, ia tetap tersenyum, "Xiao Jie, kan ayah sedang menabungkan uang mas kawinmu!"
"Benar, kamu anak kami, mana mungkin kami tak peduli!" Song Lingfang ikut tersenyum.
Lalu ia menatap Ye Chen, sambil berkata, "Kulihat anak muda ini gagah dan baik hati! Begini saja, mumpung semua orang di sini, kau keluarkan saja uang seratus juta sebagai uang mahar, kita tentukan hari ini juga pernikahan kalian!"
Fang Jie gemetar menahan marah, seratus juta? Ini bukan cuma menjualnya, tapi benar-benar menganggap Ye Chen sebagai sapi perah!
Padahal ia dan Ye Chen hanya berpura-pura sebagai pasangan kekasih. Kalau pun sungguhan, mungkinkah Ye Chen mau dengannya? Dengan orang tua seperti ini, seumur hidup pun ia mungkin tak akan punya pacar!
Orang-orang di sekitar hanya bisa menggelengkan kepala, mengeluh dalam hati. Fang Jie anak yang baik, tapi apes sekali punya orang tua seperti itu—benar-benar sial!
Fang Qinglong juga sangat marah, membentak, "Kalian berdua masih punya malu tidak? Urusan tanah leluhur saja belum selesai, sekarang mau menjebak Pak Lurah Ye? Kalian sudah gila!"
Fang Qingjun malah berkata, "Kakak Long, jangan marah, kami juga sedang cari jalan keluar. Coba pikir, kalau Ye Chen kasih seratus juta uang mahar, aku bisa beli kembali tanah leluhur, bahkan masih sisa untuk keperluan lain!"
Fang Qinglong sudah ingin menamparnya, tapi akhirnya mengurungkan niat, takut tangannya jadi kotor.
Tadi Zhang Botak sudah jelas bilang urusan tanah leluhur sekarang bukan soal uang lagi!
Walaupun Ye Chen mengalah dan memberikan seratus juta, masalah tanah leluhur Fang tetap tidak selesai!
"Ye Chen, maafkan aku, lebih baik kita jujur saja!" Fang Jie menatap Ye Chen dengan air mata berlinang. Sebab Ye Chen bukanlah pacarnya, tapi harus menanggung tatapan benci dari orang-orang, harus menghadapi keserakahan orang tuanya, semua ini bukan beban Ye Chen!
Ye Chen pun menggenggam tangan Fang Jie erat-erat. Walau sebelumnya ia tahu orang tua Fang Jie memang buruk perangainya, tapi setelah melihat langsung, baru ia paham betapa parahnya mereka.
Tak heran sejak kecil Fang Jie terpaksa jadi materialistis, sebab uang yang ia hasilkan pun tidak pernah cukup untuk menutupi ulah kedua orang tuanya, apalagi adiknya yang sakit harus ia rawat pula.
Kini ia teringat betapa kerasnya Fang Jie berjuang sendiri di Kota Luo, bahkan saat mereka kos bersama, Fang Jie masih bisa tampil ceria dan bersemangat. Benar-benar luar biasa!
Ye Chen merangkul Fang Jie, menenangkan, “Fang Jie, dulu kamu takut aku nanti benar-benar jatuh hati padamu, kan? Sekarang, aku benar-benar ingin melakukannya!”
Fang Jie tertegun, buru-buru berkata, “Ye Chen, apa yang kamu lakukan? Aku… aku tidak pantas untukmu!”
“Fang Jie, tidak ada istilah pantas atau tidak. Jika aku, Ye Chen, sudah memutuskan, maka itu sudah menjadi milikku!” ujar Ye Chen.
“Tapi orang tuaku…” Fang Jie menangis sejadi-jadinya. Dengan orang tua seperti ini, ia merasa tak pantas mendampingi Ye Chen, hanya akan menjadi beban.
Melihat keakraban antara Ye Chen dan Fang Jie, Fang Qingjun pun tersenyum, “Ye Chen, kulihat kalian sangat serasi, bagaimana kalau kau pertimbangkan saja ucapanku barusan?”
“Tak perlu dipikir lagi!” Ye Chen melepaskan pelukan, lalu menandatangani cek senilai seratus juta.
“Ini cek seratus juta, bisa dicairkan di Bank Pembangunan Kota Luo!” seru Ye Chen, mengacungkan cek itu.
Fang Qingjun dan Song Lingfang langsung melotot, itu seratus juta, cukup untuk mereka foya-foya bertahun-tahun!
Orang-orang hanya bisa menggelengkan kepala, mengeluh, “Bodoh sekali, dua orang ini tak akan pernah puas! Hari ini seratus juta, besok pasti minta lagi!”
Fang Jie cepat-cepat berkata, “Ye Chen, apa yang kamu lakukan? Jangan kasih uang ke mereka!”
Fang Qingjun membentak, “Fang Jie, apa-apaan kamu! Mulai hari ini, kamu adalah milik Ye Chen!”
Selesai bicara, Fang Qingjun langsung menyerbu hendak merebut cek itu.
Namun Ye Chen hanya tersenyum dingin, “Cek ini, bukan untuk kalian!”