Bab 14: Sungguh Pasangan yang Sempurna!
Lokasi reuni kali ini dipilih di hotel bintang lima terbesar di Kota Luo, karena Qin Yu adalah anggota hotel tersebut, sehingga mendapat diskon. Ditambah lagi, karena Qin Yu yang menjadi tuan rumah reuni dan dia sendiri memang berasal dari keluarga kaya, para alumni yang hadir pun berusaha sebaik mungkin untuk mengambil hatinya.
"Qin Yu, kudengar Ye Chen benar-benar berniat berbuat cabul pada Zhou Yao?" Di dalam ruang privat, seorang teman lelaki mendekat ke telinga Qin Yu dan bertanya pelan.
"Tentu saja benar! Dia sudah ditahan lima belas hari. Kalau aku tidak datang tepat waktu, kehormatan Yao Yao pasti sudah ternoda!" Qin Yu sangat marah setiap kali membicarakan hal ini.
"Astaga, tak kusangka waktu kuliah Ye Chen yang kelihatannya begitu jujur ternyata bisa melakukan perbuatan seperti itu. Benar-benar memalukan almamater kita!" seorang teman perempuan menimpali.
"Hehe, memang benar kata orang, kita hanya tahu rupa, tak tahu hati. Jangan tertipu sikapnya yang kalem, hatinya sangat kotor!" Zhou Yao berkata dengan kesal.
"Kakak ipar, tenang saja. Di reuni hari ini, aku akan mengajarinya pelajaran!" ujar seorang teman laki-laki.
Namanya Xie Hongjie, dulunya memang anak buah Qin Yu, sekarang harus memanggil Zhou Yao 'kakak ipar'.
"Benar, hari ini aku harus membuat dia benar-benar malu!" nada Zhou Yao sangat kecewa.
Andai waktu di Restoran Jiashan dulu Ye Chen tidak ikut campur, dia dan Qin Yu pasti sudah resmi berpacaran!
"Hehe, malah aku ragu dia bisa masuk ke sini!" Qin Yu terkekeh dingin.
Karena dia anggota hotel, tentu saja ada sedikit hak istimewa! Kalaupun Ye Chen bisa masuk, dia pasti akan dipermalukan habis-habisan!
Di saat yang sama, di depan pintu hotel, dua satpam sedang menghadang seorang wanita, melarangnya masuk.
"Aku datang untuk reuni alumni, kenapa kalian tak izinkan aku masuk?" wanita itu protes dengan nada tidak senang.
"Nona, silakan telepon teman Anda agar menjemput. Kalau tidak, saya benar-benar tidak berani membiarkan Anda masuk!" Satpam itu bahkan tak berani menatap wajah wanita itu karena wajahnya penuh luka bekas terbakar, membuat siapa pun merasa ngeri!
Dia khawatir jika wanita itu masuk, para tamu hotel akan ketakutan.
"Telepon?" Wanita itu mengangkat ponselnya, tapi tak tahu harus menelepon siapa.
Gara-gara wajahnya rusak, teman-teman sekelas menjauhinya, tak satu pun yang mau berteman dengannya. Jadi dia bahkan tak punya nomor telepon siapa pun, bahkan info reuni kali ini pun hanya diberitahukan secara umum di grup.
Maka ia pun membuka grup dan mengirim pesan agar ada yang menjemputnya.
Namun, grup yang tadinya ramai, mendadak hening seketika ketika pesannya masuk.
Wanita itu hanya bisa tersenyum pahit. Ternyata wajah rusaknya benar-benar membuat orang menjauh!
"Sudahlah, reuni seperti ini, lebih baik tak usah ikut!" Ia menghela napas, lalu bersiap pergi.
Namun tiba-tiba, seseorang merespons di grup—Ye Chen!
"Shen Feiyu, tunggu, aku akan menjemputmu!" tulis Ye Chen.
Wanita itu tertegun. Ye Chen? Teman sebangkunya saat kuliah?
Siapa sangka, dari sekian banyak teman sekelas, cuma Ye Chen yang mau menjemputnya!
Sementara di ruang privat, semua orang tertawa.
"Haha, satu kriminal, satu lagi yang wajahnya rusak, benar-benar pasangan serasi!" cela Xie Hongjie.
"Benar, gara-gara wajah jelek, tak boleh masuk hotel, eh malah dijemput kriminal, cocok juga!"
Mendengar semua cibiran itu, Zhou Yao dan Qin Yu sangat puas.
Bahkan sebelum Ye Chen datang, semua sudah memusuhinya.
Nanti kalau Ye Chen datang, mereka benar-benar ingin mempermalukannya di depan semua orang!
"Nona, kalau tidak ada yang menjemput, silakan pergi saja, jangan ganggu bisnis kami!" kata satpam.
Shen Feiyu ragu sejenak. Sudah beberapa menit Ye Chen bilang mau menjemput, jangan-jangan hanya mempermainkannya?
Ia pun hampir pergi, namun tiba-tiba sebuah Porsche 911 melesat dan berhenti tepat di depan hotel.
Shen Feiyu memandangi mobil sport itu dengan kagum. Kapan dia bisa naik mobil seperti itu?
Namun, setelah melihat pantulan wajahnya di kaca, Shen Feiyu hanya bisa tersenyum pahit.
Jangankan mobil sport, naik mobil biasa saja dia merasa tak pantas!
Dengan wajah seperti ini, cari kerja saja susah!
Ia pun hendak berlalu, namun Ye Chen turun dari Porsche itu dan berkata, "Shen Feiyu, mau ke mana? Bukankah aku sudah bilang mau menjemputmu!"
Shen Feiyu tertegun. Ternyata yang turun dari mobil itu Ye Chen?
Teman sebangkunya dulu?
Bukankah dia dulu miskin? Apa mungkin hanya kerja setahun sudah mampu beli Porsche?
"Ye Chen, itu kau?" Shen Feiyu masih tak percaya.
"Tentu saja aku. Masak bisa salah?" Ye Chen tersenyum.
"Ayo, biar aku lihat!" Shen Feiyu mendekat, menatap Ye Chen dari atas ke bawah.
Benar-benar teman sebangkunya dulu, penampilannya masih sama, hanya saja auranya sudah berubah. Wajar saja, siapa yang bisa mengendarai Porsche tanpa aura percaya diri?
Memikirkan itu, Shen Feiyu merasa sedih.
Dulu saat di kampus, Ye Chen satu-satunya teman yang masih mau mengajaknya bicara, dan tak pernah menjauhinya hanya karena wajahnya rusak.
Tapi sekarang Ye Chen sudah mengendarai Porsche, sementara dirinya tetap tak punya pencapaian apa-apa. Tanpa sadar, ia mundur dua langkah.
"Shen Feiyu, mau lari ke mana? Kita kan teman baik!" Ye Chen tertawa.
"Ye Chen, aku... aku tak pantas punya teman!" Shen Feiyu sangat rendah diri.
"Apa-apaan sih? Bukankah kita ini teman? Ini kan reuni, ayo kita masuk!" Ye Chen juga sempat membaca pesan di grup tadi.
Shen Feiyu ditahan di luar hotel, tak satu pun teman yang mau menjemputnya. Orang-orang itu sama sekali tak pantas disebut teman!
Satpam yang semula diperintah Qin Yu untuk menghalangi Ye Chen, kini tak berani melakukannya setelah melihat Ye Chen datang dengan Porsche. Dia hanya bisa membiarkan Ye Chen membawa Shen Feiyu masuk ke hotel.
Setelah masuk hotel, Shen Feiyu berkata lirih, "Ye Chen, berjalan bersamaku... apa kau tidak malu?"
Ye Chen mengerutkan dahi, "Shen Feiyu, apa-apaan ini? Kita kan teman, kenapa harus malu? Lagi pula, aku punya teman seunik dirimu, itu kehormatan bagiku!"
Melihat Ye Chen yang sama sekali tak mempermasalahkan, hati Shen Feiyu dipenuhi perasaan campur aduk. Apakah dia benar-benar tak peduli, atau hanya tak ingin melukai harga dirinya?
Di tengah percakapan itu, mereka sudah sampai di depan pintu ruang privat.
Ye Chen mendorong pintu, Shen Feiyu hendak melangkah masuk, tapi di atas pintu ada seember air, bila masuk pasti akan basah kuyup!
Ye Chen tanpa ragu langsung menarik Shen Feiyu, menyelamatkannya dari kejadian memalukan itu.
Berada dalam pelukan Ye Chen, wajah Shen Feiyu memerah. Seumur hidup, baru kali ini ada pria mau mendekatinya, apalagi memeluknya!
"Kau tidak apa-apa? Dasar mereka, tega-teganya membuat lelucon semacam ini!" Ye Chen melepaskan pelukannya, marah besar.
Qin Yu yang melihat kejadian itu hanya bisa menghela napas. Tadinya dia ingin mempermalukan Ye Chen dan Shen Feiyu, ternyata malah berhasil dihindari oleh Ye Chen.
Qin Yu pun mendesis dingin, "Tak kusangka ya, satu jelek, satu kriminal, benar-benar pasangan yang pas!"